Jakarta Tuan rumah pameran perangko Dunia


Perangko, benda berupa kertas bergambar denagn nilai nominal tertentu,dan berporiferasi pinggirnya, biasa dipakai untuk ganti ongkos kirim / bea kirim surat.  Pada masanya perangko tidak hanya sebagai bea kirim surat saja, sebagian penggemar perangko meng koleksinya sebagai hoby. Banyak hal bagi penggemar koleksi prangko yang didapat, mulai dari nilai historysnya,perkembangan tekhnologi kertas dan tinta sampai beragam kesalahan pembuatan prangko yang bisa menaikan harga nominal prangko itu,”jelas Sugiharto ,anggota Filatellis Madiun”.

Tahun ini merupakan tahun paling ditunggu para filatelis Indonesia, karena pada bulan Juni mendatang akan berlangsung pameran perangko dari seluruh dunia. Tanggal 18 sampai 24 Juni di Jakarta Covention Hall, dan rencana akan diikuti lebih dar 3500 fillatelis dari seluruh dunia.Seperti dituturkan LetJend (purn) Soejono, ketua Philatelis Indonesi kepada teman http://www.liputanmadiun.wordpress.com. Tema Pameran Kali ini adalah “Bridging to the world of peace trought the stamp” Jembatan menuju dunia yang damai melalui perangko.

Bagaimana dengan filatelis madiun?  beberapa filatelis  Madiun,yang dihubungi teman http://www.liputanmadiun.wordpress.com , menyatakan tertarik untuk ikut pameran, akan tetapi kondisi fisik para filatelis yang sudah renta tidak memungkinkan untuk perjalann jauh. Lima orang yang ditemui teman adakita memang sudah tua dan ada yang sedang sakit, sedangkan anak-anaknya kurang berminat pada perangko dan benda pos ini.

Bahkan dari pengamatan teman adakita, dan dari  pengakuan beberapa filatelis, telah banyak koleksi perangko kuno Indonesia yang lepas ketangan pembeli dari Luar negri, Sangat kontras dengan kenyataan bahwa Indonesia jadi Tuan rumah pameran Filatelis tingkat dunia tapi di lain pihak banyak koleksi perangko berharga kita lari keluar negri. Memang sekarang denagan kemajuan dan keinginan orang yang serba instan, sangat susah untuk mengajari anak muda sekarang mengerti prangko,” terang Bp Suci Utomo, filatelis madiun yang sedang terbaring sakit”.

Tak jauh berbeda Suggiarto-pun mengamini pernyataan diatas,”Koleksi saya semua Mas mau saya jual, saya Tawarkan 125 juta”terang Sugiarto.Memamg harga segitu sangatlah mahal bagi sebagaian orang ditengah krisis ekonomi sekarang ini, tapi mungkin bagi penggemar perngko harga itu sesua denag keindaha dan kerapihan koleksi Sugiharto ini. “Saya jamin Mas perangko saya dalam album ini tidak akan cepat rusak bahkan tidak perlu perawatan selama 10 tahun” tambahnya.Dari pengamatan teman adakita memang sangat istimewa kondisi koleksi Pak Sugiharto ini, rapih dan tersusun sesuai tahun pembuatan serta negara yang menerbitkannya. Bagi pembaca http://www.liputanmadiun.wordpress.com  bisa menghubungi  yang berminat bisa menghubungi 0351.462269.mungkin anda kan jadi  salah satu penyelamat koleksi kekayaan budaya bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: