Kecelakaan lagi di Jalur tengkorak Madiun – Ngawi


Sebuah Bus Mira mengalami kecelakaan di Ngawi, Jatim, Senin (13/2/2012) sekitar pukul 02.35. Sebanyak 4 orang tewas dan 16 orang mengalami luka-luka. AKP Tony Prasetya Kasatlantas Polres Ngawi pada, Senin, mengatakan, korban tewas dan luka-luka sudah dibawa ke RS Widodo dan RSU Ngawi.

Kronologi kejadian kata AKP Tony, berawal saat Bus Mira Nopol S 7186 US melaju dari Madiun arah ke Ngawi, tiba-tiba dari arah berlawanan ada truk gandeng yang akan masuk ke gudang dan menyeberang momotong jalur Bus Mira. Meski kepala truk sudah masuk areal gudang, namun sebagian gandengannya masih di badan jalan. Sedangkan jarak bus dengan truk cukup dekat.

Diduga tidak bisa mengantisipasi kondisi tersebut, sopir bus mengerem dan membanting stir ke kanan, yang akhirnya menabrak pohon di kanan jalan. Kemudian banting stir lagi ke kiri lagi kebablasan ke bahu jalan menabrak material pasir.

“Sopir bus masih shock, belum bisa dimintai keterangan,” kata AKP Tony. Korban tewas kebanyakan yang duduknya di tengah, karena bagian tengah badan bus tersebut ringsek akibat menabrak pohon hingga tumbang. Hingga sementara ini, data dan identitas korban, Kasatlantas Polres Ngawi ini masih belum mengantonginya, karena masih dalam proses identifikasi. Kata AKP Tony, kondisi di lokasi kejadian, bus belum dievakuasi, karena posisi sudah di pinggir jalan dan tidak terlalu mengganggu lalu lintas.

Evakuasi masih menunggu pihak Dishub Provinsi Jatim dan Tim Evaluasi Laka dari Polda Jatim. Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan Bus Mira nopol S 7186 US rute Surabaya – Ngawi di Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Ngawi bertambah jadi 4 orang. Dari 4 korban meninggal dunia itu, baru dua orang yang teridentifikasi atas nama Herni Tiasih (35) guru, Desa Garing, Kec, Sukodono, Sidoarjo dan Nurwanto kernet bus warga Nganjuk.

Informasi yang diterima liputanmadiun.wordpress.com dari Unit Laka Lantas Satlantas Polres Ngawi, 2 korban meninggal dunia lainnya berjenis kelamin laki-laki dan masih diidentifikasi. Sedangkan korban luka-luka antara lain :

Luka Parah :

1. Tomi Setyawan (26) desa sidorejo, kec wungu, madiun

2. Suratmin (60) des ngiliran, kec Panekan, magetan

3. Sofyan Hidayat (25) Wonocolo, Sidoarjo

4. Hartuti (52) Desa Garing, Kec Tanon, Sragen

5. Nanang (22) Lampung

6. Ruslan (40) ds Garing, Kec Sukodono, Sidoarjo

7. Wardadus Suli (10) Desa Panilin, Sampang

8. Eko Lupianto (34) Jl. Manyar Sabrangan, Surabaya

9. Imron (25) dokter Jl. Kembang Kuning Kramat, Surabaya

10. Syamsuddin (35) Pasar Kliwon, Semanggi, Surakarta

11. Kartini (30) Jl. Manukan Asri, Tandes, Surabaya

12. Andi Prianto (30) Jl. Rajasa Temanten, Puri, Mojokerto

Luka Ringan :

1. Marni (45) swasta, Ds Ngrandu, Grobokan, Purwodadi

2. Parno (47) s.d.a

3. Eko Saputro (11) s.d.a

4. Mahmudi (33) swasta Panilin, Sampang

5. Siti Lestari (40) Desa Jambangan, Paron, Ngawi.

6. Sudhiono (40) Desa Gemanyar, Sragen

7. Silifus Neri W (29) Desa Kauman, Karangrejo, Magetan

8. Sukini (15) desa Guli, Gunukan, Sragen

9. Eko Yuli (40) Desa Garing, Kec Sawahan, Madiun

10. Dasuki (47) Jl. Margo Rukun, Bubutan, Surabaya

11. Joni (35) Ds Gunung sari, Madiun

12. Moch Wildan (23) mahasiswa, Jl. Pertanahan, Banjaran, Bangkalan

13. Sri Pangestuti (30) Jl. Manukan Asri, Tandes, Surabaya

14. Sudiyanto (50) desa Danyang, Kec Glogor, Surakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: