Pasar Burung Srijaya Memanjakan Kicau Mania


KOTA MADIUN – Akhir pekan adalah saat bersantai. Salah satu cara untuk menikmatinya adalah memuaskan hobi. Nah, bila Anda penggemar burung di wilayah Madiun, dengan datang ke Pasar Burung Srijaya, hobi Anda akan terpuaskan.

Pasar burung terbesar di wilayah Madiun ini sudah tak asing lagi bagi warga Madiun sendiri. Berlokasi di belakang pusat perbelanjaan Carrefour Kota Madiun, tepatnya di Jl Pelita Tama dekat Pasar Besi Jaya, tempat ini selalu penuh oleh penggemar unggas berkicau ini.

Pasar burung selalu ramai pada hari Minggu, di mana banyak ditemui pengunjung yang ingin membeli burung atau sekadar jalan-jalan melihat-lihat burung yang dipasarkan oleh penjual musiman atau pedagang tetap.

“Saya ke sini hanya jalan-jalan saya. Tapi, kalau ada barang (burung, red) bagus, ya saya beli,” kata Rendy, pengunjung dari Jiwan, Kabupaten Madiun. “Saya juga ingin mencari anis merah, itu pun kalau sudah ada yang bagus dan sudah jadi,” imbuhnya.

Rohman, salah satu pemilik stan di pasar burung, pun mengakui kalau omzetnya bisa maksimal setiap akhir pekan. “Kadang kalau lagi sepi, di hari Minggu hanya dapat Rp 500 ribu bersih. Kalau kotor paling kisaran Rp 2 juta. Itu pun kalau dihitung dengan biaya perawatan burung, paling hanya sisa 200 ribu,” katanya.

Pasar Burung Srijaya ini menawarkan berbagai macam burung kicauan, dengan berbagai macam harga. “Untuk yang mahal, biasanya burung itu burung yang sudah jadi dan siap dilombakan,” jelas Rohman.

Tiap Kamis ada latihan bersama untuk melatih kicauan burung di pasar ini. yang mengkoordinir kegiatan itu adalah seorang penghobi burung bernama Cimot. Latihan bersama ini paling ditunggu oleh “kicau mania”, sebutan penggemar burung.

Dalam latihan, biasanya burung yang ditampilkan dibagi dalam beberapa kelompok. Ada juga juri yang menilai.  Hadiah yang ditawarkan memang tak seberapa. Tapi, bukan hadiah yang dicari para “kicau mania”, tetapi nama.

“Ada rasa bangga bila burung yang diajukan lomba dapat juara. Bukan karena hadiah. Yang jelas, bila juara, nilai burung itu lebih mahal daripada hadiah yang ditawarkan,” kata Rendy. (pratondo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: