Berjibaku Bersama Warung untuk Bahagiakan Anak


KOTA MADIUN – Warna putih mulai mendominasi rambutnya. Tapi kesigapannya melayani pelanggan masih seperti masih muda. Rusmin, atau lebih akrab dipangil Bu Min, adalah penjual nasi bungkus dan kopi. Tak ada wajah lelah di wajah nenek 62 tahun ini, sekalipun harus memulai aktivitas mulai pukul 04.00 WIB sampai 01.00 WIB keesokan harinya.

Bu Min mulai berjualan sejak 40 tahun lalu. Awalnya hanya berjualan es campur dan gorengan di depan SMP Negeri 4 Madiun. “Awal saya berjualan es campur harganya masih Rp 25. Gorengan masih Rp 10. Masih belum jualan kopi dan nasi,” katanya.

Menikah di usia 13 tahun, dan sang suami  masih bekerja serabutan, membuat  Bu Min harus berfikir keras untuk untuk membantu mencukupi kebutuhan rumah tangganya. “Tahun 1970 Bapak (suami Bu Min, red) masih supir oplet, kemudian bus dan truk. Namun tahun 1984 Bapak kerja di Dispenda Kota Madiun. Tapi saya tetap ingin bekerja, karena saat itu anak saya sudah empat orang,” ujarnya Sekarang anak Bu Min punya delapan anak. Tiga di antaranya bisa dibilang sudah mapan sebagai pegawai negeri dan swasta.

Mata Bu Min bekaca-kaca ketika mengingat begitu kerasnya perjuangan menyekolahkan anak-anaknya dulu. Tiap kali awal tahun ajaran baru, dia dan suaminya pasti bingung mencari uang untuk tetap bisa menyekolahkan putra putrinya.

“Kalau sudah awal tahun bingungnya minta ampun. Tapi saya ingin anak-anak saya lebih baik kehidupannya daripada saya dan harus bersekolah,” katanya, sambil sesekali menghapus air matanya yang jatuh tiap kali mengingat lakon hidupnya.

Belajar  dari pengalaman, Bu Min pun mulai menabung untuk anak-anaknya, terutama tiap anak ada tabungan khusus untuk pendidikan. “Saya ingin anak anak mapan. Ketika anak-anak saya sudah bekerja selama dua tahun, awal gajinya saya suruh simpan untuk tabungan. Makan dan kebutuhan lainya tetap ikut saya. Nanti kalau sudah dapat berdiri sendiri , baru saya lepas. Syukur mereka sekarang sudah jadi orang semua,” ujar nenek sepuluh cucu ini.

“Sekarang saya tetap bekerja. Selain untuk memenuhi kebutuhan pribadi juga bisa guyon sama pelangan,” tambahnya. Bu Min juga berpesan agar anak-anak sekarang patuh kepada orangtuanya. Bagaimana pun restu orangtua, terutama ibu, adalah restu dari Tuhan. (wiet)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: