Keberadaan Mini Market Mengancam Pedagang Tradisionil


KOTA MADIUN – Keberadaan pasar tradisional di Kota Madiun terus terancam. Pemkot setempat belum bersikap soal pembatasan pendirian minimarket dengan konsep waralaba dengan alasan Kota Madiun masih membutuh kehadiran investor.

Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Totok Sugiharto, SH, mengatakan pihaknya tidak bisa membatasi investasi. Terlebih, keadaan waralaba itu berdampak positif bagi Kota, terutama menyerap tenaga kerja. ”Masyarakat kita membutuhkan Waralaba ini. Tapi soal pembatasan kita kaji terus,” ujarnya seperti dikutip situs resmi Pemkot Madiun.
Saat ini, lanjutnya, KPPTkotaMadiun menerapkan pembahasan jarak untuk pendirian

Minimarket baru. Menurutnya, jarak pembangunan Minimarket dengan Pasar Tradisional minimal 100 meter. Tercatat sudah ada 20-an minimarket di Kota Madiun. Bahkan, di Manisrejo, ada dua minimarket yang berhadapan-hadapan dalam satu lokasi. Tentu, ini makin membuat gerah pedagang tradisional.

Dengan cara ini., bisnis itu dianggap tidak menjadi ancaman bagi pedagang di Pasar Tradisional. Kami sudah mengarahkan pemilik Waralaba agar pembangunan tidak di dekat pasar. ”Kami juga meminta satu Waralaba untuk 1000 penduduk,” katanya.

Terkait keberadaan dua mini market di jalan Kelapa Manis, Totok Sugiharto, SH, berdalih di lokasi tersebut banyak perumahan. “Lokasi itu penduduknya padat, jadi bisa untuk dua Wiralaba.

Diakuinya, masih ada beberapa titik diKotayang membutuhkan Minimarket. “Masak untuk beli gula harus jauh-jauh. Minimarket ini memudahkan warga. Apalagi slogan kitakotaperdagangan. Terkait keberadaan Minimarket yang berpotensi menjadi ancaman para pedagang di Pasar Tradisional, menurut Totok Sugiharto, SH akan dikaji dengan Diperindagkopar.

Kepala Diperindagkopar Madiun Agus Hendardjo, ST mengatakan pedagang di pasar tradisional cukup terpengaruh dengan banyaknya Minimarket. Dikawatirkan menyedot konsumen dari pasar tradisional. Terlebih, harga yang ditawarkan kadang lebih murah. ”Paling tidak ya berpengaruh. Minimarket memiliki link distributor sendiri, mampu menyediakan barang dengan harga jauh lebih murah,” katanya. (Ton)

Satu Tanggapan

  1. Jangan nyalahin investor. Tapi salahin pemkab/dprd setempat yg belum mengatur keberadaan minimarket.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: