Gadis Umur 12 Tahun Diperkosa Beramai Ramai


Ngawi – Satu lagi tindak kriminal terjadi di wilayah hukum Ngawi, kali ini terjadi di wilayah Polsek Geneng. Tindak asusila yang dilakukan warga Desa / Kecamatan Gerih, Ngawi Jawa Timur ini telah merenggut kegadisan Mawar (12, bukan nama sebenarnya).

Mawar yang masih duduk di bangku kelas 6 ini diajak pelaku, Handoyo Triwanto (21), pergi untuk melihat pasar malam melalui ponsel, Minggu (29/01). Keluguan Mawar nampaknya dimanfaatkan pelaku setelah sampai di pasar malam, namun tempat hiburan rakyat itu sudah tutup.

Keduanya langsung pulang, namun ditengah perjalanan pelaku membujuk Mawar untuk melewati jalan ditengah persawahan. Nampaknya kedua teman pelaku, Suwito (20) dan Yuwono Prasetyo (17), telah menunggu kedatangannya.

Dengan rayuan gombalnya Handoyo mencoba untuk mengajak hubungan intim, dan Mawar pun sempat menolak. Tetapi pelaku dengan gaya mengancam akhirnya korban takluk digagahi pelaku. Nasib Mawar anak warga Desa Keras Kulon, Kecamatan Gerih, Ngawi ini makin parah setelah Suwito dan Yuwono Prastyo ikut menggagahi korban secara bergilir.

Akhirnya ketiga pelaku pemerkosaan yang masih berstatus pelajar SLTA ini, harus berurusan dengan polisi setelah orang tua korban melaporkan kejadian yang dialami anaknya. Ketiga pelaku dicokok petugas dirumahnya masing-masing.

Menurut Mawar (korban) saat di mintai keterangan oleh penyidik mengatakan, bahwa dirinya saat itu keluar dari rumah tanpa sepengetahuan ibunya. “Saya diajak jalan-jalan oleh Handoyo untuk melihat pasar malam, namun saat itu sudah tutup. Dan saya diantar pulang, namun tiba-tiba motornya dibelokan ke persawahan. Saya dipaksa untuk melakukan hubungan badan, saya sempat berontak, tapi dia terus memaksa dan mengancam,” tutur korban dihadapan petugas.

Sementara itu, salah satu pelaku, Handoyo, didepan polisi mengatakan bahwa, korban adalah pacarnya sendiri. “Saya melakukan atas dasar suka dengan korban, lalu saya menawarkan pacar saya kepada mereka (Suwito dan Yuwono) yang saat itu berada di sana,” kilah Handoyo.

Menurut Kapolsek Geneng, AKP Partono, pada pelaku media membenarkan adanya kasus perkosaan terhadap anak di bawah umur. “Ketiga pelaku telah melakukan aksi perkosaan terhadap korban dikarenakan korban dibujuk dan dirayu oleh salah satu pelaku bernama Handoyo untuk diajak jalan-jalan.

Akhirnya korban dipaksa melakukan hubungan intim dengan mereka,” terangnya. Partono juga menambahkan, pelaku telah melanggar Undang-undang perlindungan anak, dan akibat perbuatannya ketiga pelaku akan dijatuhi hukuman maksimal 15 tahun penjara.( Ton)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: