Gunung Kemukus Antara Mistis Dan Erotis


Kabupaten Sragen – Makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah, setiap malam selalu sesak oleh para peziarah yang datang. hal tersebut dikarenakan adanya kepercayaan yang menganggap Makam Pangeran Samodro di gunung kemukus tersebut bertuah ter

Pangeran Samodra

Pintu Masuk Makam Pangeran Samodra

utama dalam mendatangkan kekayaan. Selain ziarah, Anda bisa mengukur kekuatan jantung dengan menapaki anak tangga menuju makam.

Gunung Kemukus (GK) terletak di Kecamatan Sumberlawang Kabupaten Sragen. Bisa dicapai dengan menggunakan bis, naik dari terminal Tirtonadi Solo, jurusan Solo-Purwodadi, lalu turun di Barong. Dari situ, tinggal naik ojek menuju area gunung kemukus.tapi bagi peziarah yang ingin memasuki area pemakaman pangeran samudro harus menyewa perahu untuk menuju kesana dikarenakan lokasi pemakaman pangeran samodro tersebut sudah terpisah dengan daratan akibat genangan air proyek waduk raksasa Kedung Ombo beberapa tahun yang lalu.

Dengan menggunakan sampan atau perahu sewa, mereka dengan sabar meniti perairan Kedung Ombo untuk bisa mencapai lokasi Gunung Kemukus. Ini merupakan satu-satunya cara berziarah, setelah jembatan beton penghubung antara Kecamatan Sumberlawang dengan Gunung Kemukus lenyap ditelan genangan air waduk.

“Kalau Waduk Kedungombo lagi kering kita bisa langsung ke lokasi makam Pangeran Samudro. Tidak perlu menyeberang pakai perahu,” kata Surti, penjaja bakso di areal parkir mobil kawasan objek wisata GK. Namun, bila datang ke sana pada musim penghujan dan air waduk sedang penuh-penuhnya, Anda harus menyeberang dengan perahu motor.

hal tersebut juga di benarkan oleh Paryanto, seorang nelayan setempat yang juga bertindak sebagai penyedia jasa penyeberangan perahu. “Tapi kalau pas musim kemarau panjang, biasanya debit air waduk turun drastis. Pada saat itulah jembatan beton tampil lagi ke permukaan, sehingga para peziarah bisa ke Gunung Kemukus lewat darat,” ujarnya

GK sendiri merupakan kompleks makam Pangeran Samudro dan ibunya, Ontrowulan. Kompleks ini tepat berada di puncak bukit setinggi 300 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini terdiri dari bangunan utama berbentuk rumah joglo dengan campuran dinding beton dan papan.

Ada tiga makam di dalamnya. Sebuah makam besar yang ditutupi kain kelambu putih merupakan makam Pangeran Samudro dan ibunya. Dua makam di sampingnya adalah dua abdi setia sang pangeran. Sementara itu, di sebelah bangunan utama terdapat bangsal besar yang diperuntukkan bagi peziarah sekadar untuk istirahat.

Sekitar 300 meter dari kompleks makam, di kaki bukit sebelah Timur, terdapat Sendang Ontrowulan. Sendang ini merupakan mata air yang digunakan Ontrowulan untuk menyucikan diri agar bisa bertemu putranya. Mata air itu tak pernah kering meski pada musim kemarau panjang sekalipun. Bagi yang percaya, air di sendang itu bisa membuat awet muda.

Kawasan itu pun dilindungi oleh rimbunnya pohon nagasari yang menjulang tinggi. Menurut Mbok Rumirah, penduduk asli GK, “usia pohon nagasari terbilang tua. Konon, pohon-pohon itu tumbuh dari kembang-kembang hiasan rambut yang terlepas dari kepala Ontrowulan usai dia melakukan penyucian diri.”

Sampai di teras makam, Anda akan diterima seorang kuncen (juru kunci) yang duduk di dekat perapian. Bau kemenyan merebak di sana. Setelah menyampaikan niat, sang juru kunci akan mendoakan Anda dengan mantra yang tak jelas terdengar.

Setelah itu, Anda diminta untuk masuk ke dalam bangunan utama. “Anda bisa menyampaikan semua niat dan keinginan. Asal dengan sungguh-sungguh, niscaya segala keinginan akan terkabul,” kata Hasto (51 tahun), juru kunci generasi kedelapan yang telah bekerja sejak tahun 1987 itu.

Menurutnya, pada setiap malam Jumat Pon jumlah pengunjung membludak, mencapai ribuan orang. Puncak ziarah, katanya, terjadi pada malam Jumat Pon atau Jumat Kliwon di bulan Suro atau Muharam.

Pada malam itu biasanya peziarah mencapai belasan ribu orang. Masih kata Hasto, justru banyak pengunjung asal Jawa Barat yang datang ke tempat ini. Memang objek ini terkenal karena terdapat seribu mimpi indah yang bisa diraih di sana.

Makam Pangeran Samudro diyakini memiliki tuah yang bisa mendatangkan berkah bagi mereka yang memohon dengan sungguh-sungguh. Sebut saja ingin sukses berdagang, mudah jodoh, atau karier cepat menanjak.

Sayangnya, objek ini tercemar oleh mitos-mitos sesat. Misalnya, niat seseorang akan terpenuhi asal dia harus berhubungan seks dengan laki-laki atau perempuan yang bukan suami atau istrinya. Padahal, tidak ada dasar cukup kuat untuk membenarkan mitos ini. Hasto, sang kuncen, juga tidak pernah tahu dari mana mitos itu berasal.

Karena itu, kini pada hitungan 150 anak tangga menuju makam, Dinas Pariwisata Kabupaten Sragen memasang pengumuman melarang perbuatan asusila. Namun, begitulah seks, selalu mempunyai daya magnetis yang kuat. Apalagi banyak orang yang percaya akan kebenaran mitos di atas.

Legenda Gunung Kemukus
Alkisah, seorang pangeran dari dinasti Mataram, Pangeran Samodra namanya, jatuh cinta kepada ibu tirinya. Cintanya pun tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi tentu saja, cinta yang tidak lazim tersebut mendapat tentangan dari sang Raja. Namun, cinta itu buta, kata
banyak orang. Maka sang Pangeran pun diusir dari keraton.

Tapi karena kesetiaan cinta, ibu tirinya pun nekad menyusul sang pangeran. Sampailah sang Ibu Tiri di Gunung Kemukus, tempat pengasingan sang Pangeran. Malangnya, yang dijumpainya tinggal gundukan tanah kuburan. Karena Pangeran Samodra telah keburu wafat. Maka berkatalah Dewi Ontrowulan, sang Ibu Tiri: “Kiranya terbukalah tanah kuburan ini untuk menelan jasadku, biarlah aku dikuburkan bersama kekasihku.”

Lalu terdengar suara tanpa rupa, “Sesucikanlah dirimu terlebih dahulu, sebelum aku bersedia menerimamu.” Maka Dewi Ontrowulan pun membersihkan dirinya di sebuah sendang (sumur) yang ada di dekat situ. Hingga saat ini sendang tersebut disebut Sendang Ontrowulan. Konon, setelah sang Dewi selesai sesuci, gundukan tanah kuburan tersebut terbuka, dan menelan jasad Dewi Ontrowulan untuk selamanya. Lalu terdengar lagi suara tanpa rupa, “Barangsiapa yang mengenang kisah cinta ini, apapun keinginannya akan terkabulkan. “

Penduduk sekitar sendiri tak ada yang cari pesugihan di situ. Konon karena kami sudah mendapat pengayoman dari Pangeran Samodra, jadi sudah tidak dapat lagi jatah pesugihan. ( Ton)

Pintu Masuk Makam Pangeran Samodra
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: